Resensi Buku Athirah - Sebuah Novel



Kesetiaan seorang Perempuan

Judul : Athirah - Sebuah Novel
Pengarang: Albertheine Endah
Penerbit: Noura Books, 2016
Tebal: 383 halaman

Tidak hanya piawai menulis biografi tokoh-tokoh besar, Alberthiene Endah rupanya juga terampil menulis novel. Hebatnya, novel yang disajikan oleh sang penulis tersebut adalah novel biografi. Sebagai sebuah karya, novel berlatarbelakang kisah nyata memiliki gaya tersendiri. Karya tersebut menjadi sangat menarik untuk dibaca. Kita seperti membaca sebuah riwayat hidup yang dibacakan dengan gaya bahasa yang tidak begitu kaku.

Setidaknya kesan itulah yang terdapat dalam novel berdasar kisah nyata yang berjudul Athirah. Novel ini menghadirkan sosok ibu bernama Athirah yang berjiwa lembut, cerdas, setia dan penuh semangat. Kehadiran sosok ibu tersebut dilengkapi dengan sosok-sosok lain yakni suami dan putra putrinya.

Halaman demi halaman buku ini mengisahkan sosok sang ibu yang begitu luar biasa dalam menjalani kehidupannya. Kisah pernikahan Athirah muda dengan sang suami yang awalnya mengalir indah,rupanya harus terganggu dengan pilihan hidup sang suami yang memutuskan menikah lagi. Athirah tiba-tiba merasa putus asa dan kehilangan semangat hidup.

Hal itulah yang disaksikan oleh putra sulung Athirah, Jusuf Kalla. Jusuf muda merasa terpukul menerima kenyataan sang ayah yang selama ini dikagumi ternyata memilih berpoligami. Hal yang semakin menambah pedih, ayahnya sudah tidak tinggal lagi bersama Athirah, namun memilih tinggal bersama istri barunya.

Ketabahan dan ketahanan mental Athirah mendapat ujian yang tidak ringan. Perasaan tertekan, dan cemburu tentu memenuhi jiwa Athirah. Gejolak batin memiliki suami beristri lebih dari satu terus terjadi setiap hari. Beruntung ia memiliki putra sulung yang cerdas dan bertanggung jawab. Putra sulung itulah yang kelak akan menghadirkan banyak kebahagiaan bagi Athirah dan putra-putrinya.

Sebenarnya, novel Athirah ini bukan hanya bercerita tentang Athirah, namun juga mengisahkan tentang sosok putra tercinta, Jusuf Kalla. Kita diajak berkelana ke masa lalu saat Pak Kalla masih balita hingga meninggalnya ibunda tercinta. Kita akan mendapat banyak informasi tentang perjalanan hidup dan bisnis Pak Kalla sejak beliau lulus kuliah, bahkan sebelumnya.

Akan tetapi, kesalahan ketik masih saja terjadi. Begitupun pengaturan paragraf yang agak kurang rapi.

Secara umum, "Athirah" sangat layak dibaca generasi muda. Ada banyak pesan moral yang tersaji dalam novel ini. Mulai dari ketakwaan kepada Tuhan, disiplin, pantang menyerah dan tabah menerima cobaan. Novel ini adalah juga novel motivasi.


Arif Rahmawan, tenaga perpustakaan SMA N 1 Purwodadi

0 Comments

Post a Comment